Showing posts with label Rumah Tangga. Show all posts
Showing posts with label Rumah Tangga. Show all posts

Friday, January 23, 2009

10 Tips Hemat Listrik di Rumah


Karena adanya keterbatasan pasokan alias krisis, pemerintah saat ini sedang menggalakkan program Hemat Energi. Beberapa cara dilakukan pemerintah untuk mengatasi krisis energi diantaranya mengalihkan hari kerja pabrik ke akhir minggu, penghematan listrik di mal/pusat perbelanjaan, dan lain-lain. Nah, bagaimana dengan rumah tangga ? Yuk, kita sukseskan program "Hemat Energi" dengan melakukan efisiensi listrik di rumah. Caranya adalah:

Mulailah menghitung berapa kebutuhan daya listrik yang anda perlukan per hari. Perhatikan pemakaian peralatan listrik dirumah anda apakah sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Pahami perhitungan tagihan pemakaian listrik secara rinci.

Cek apakah kapasitas daya listrik dari PLN dirumah Anda sudah tepat sesuai dengan kebutuhan. Apakah termasuk golongan 900-1300VA, 1300-2200VA atau > 2200VA. Jika ternyata pemakaian berada dibawah kapasitas daya listrik, Anda dapat meminta PLN untuk menurunkannya. Dengan demikian penghematan dapat dilakukan.

Selalu memilih peralatan listrik hemat energi atau ber-daya listrik yang secukupnya seperti: lampu, AC, lemari es, TV/radio , komputer, mesin cuci, microwave, vacuum cleaner, water heater, pompa air, dan lain-lain.

Selalu merawat dengan baik dan memperhatikan pemakaian peralatan listrik secara benar akan membantu pemakaian listrik lebih efisien. Poin-poin dibawah adalah hal-hal yang perlu diperhatikan.

Khusus lampu penerangan:
Ganti semua lampu di rumah Anda dengan lampu Hemat Energi (HE).
Ganti ballast konvensional dengan ballast elektronik.
Lengkapi lampu TL/neon dengan kondensator.
Memasang lampu sesuai/sedekat mungkin dengan objek yang diterangi.
Atur perabot rumah agar tidak menghalangi cahaya lampu.
Warna dinding ruangan yang terang membantu meningkatkan efisiensi kerja lampu.

Khusus AC (pendingin ruangan):
Aturlah pemakaian AC dalam ruangan sesuai suhu ruangan, jangan terlalu dingin. Karena semakin rendah suhu, makin banyak energi listrik yang digunakan. Suhu ruang yang dianjurkan adalah 25 derajat celcius. Pemakaian suhu dibawahnya akan menyedot listrik lebih banyak.
Gunakan timer pada AC sehingga pemakaian dapat lebih sesuai dengan kebutuhan.
Usahakan tidak sering menyalakan AC lalu mematikannya. Karena setiap tarikan awal dari alat ini memerlukan daya yang cukup tinggi.
Jangan membuka pintu/jendela dan membiarkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan saat AC sedang digunakan. Hal ini akan memperberat kerja AC.


Khusus lemari es/freezer:
Lihat isi lemari es anda, jangan mengisinya terlalu penuh (melebihi kapasitas). Hal ini dapat menghambat peredaran udara dingin yang mengakibatkan beban kerja lemari es lebih berat.
Tempatkan lemari es minimal 15 cm dari dinding/tembok rumah dan jauh dari sumber panas (kompor/sinar matahari).
Jangan langsung memasukkan makanan yang masih panas ke dalam lemari es.
Atur suhu lemari es tidak terlalu rendah karena akan menyedot listrik lebih banyak.
Bila Anda bepergian jauh dan jangka waktu lama, matikan lemari es bila tidak digunakan.

Khusus TV/radio, komputer, mesin cuci, microwave, vacuum cleaner, water heater, pompa air:
Televisi jenis LCD menggunakan energi listrik lebih kecil daripada jenis plasma.
Set komputer Anda pada “sleep mode” secara otomatis saat tidak digunakan tetapi masih dalam keadaan menyala.
Gunakan mesin cuci sesuai kapasitas. Jangan mencuci pakaian jika jumlahnya sedikit. Lebih baik Anda kumpulkan sampai cukup jumlahnya atau mencuci dengan tangan saja.
Gunakan microwave dan vacuum cleaner hanya jika benar-benar diperlukan karena cukup banyaknya energi listrik yang diperlukan.
Water heater (pemanas air) sebaiknya tidak dibiarkan menyala sepanjang malam. Nyalakan hanya saat diperlukan, setelah itu dapat dimatikan.
Gunakan tangki penampung air dan nyalakan pompa air hanya bila air dalam tangki hampir habis. Akan lebih baik jika menggunakan pelampung pemutus arus otomatis yang akan memutus arus listrik ke pompa air bila air sudah penuh.

Jangan biarkan “colokan” peralatan listrik yang tidak digunakan selalu terpasang pada stop kontak.Lebih baik dicabut dari stop kontak. Jika hal ini secara konsisten dilakukan, Anda bisa menghemat pemakaian listrik hingga 5% dari tagihan.

Yang terakhir dan yang terpenting adalah selalu bergaya hidup hemat termasuk hemat energi. Seperti misalnya jangan pernah lupa mematikan lampu apabila tidak lagi diperlukan, matikan TV jika tidak sedang ditonton, matikan AC jika ruangan dalam keadaan kosong/tidak terpakai, dan lain sebagainya.


Disandur dari Written by KeluargaCerdas.com

Artikel Terkait:

Tips Mencuci Efisien Dan Hemat Air

Guna menjaga kelestarian lingkungan, ada baiknya penggunaan air bersih juga turut dibatasi. Karena tidak menutup kemungkinan, puluhan tahun mendatang tetesan air bersih sulit untuk didapatkan. Untuk itu, berikut tips menghemat air terutama dalam proses mencuci pakaian.


Pilah pakaian sebelum mencuci berdasarkan tingkat kekotorannya, jangan menggabung pakaian yang habis dipakai untuk bermain lumpur atau kain pel dengan baju-baju yang dipakai sehari-hari karena baju yang tadinya bersih bisa terkontaminasi kotoran.


Rendamlah cucian dengan air sabun secukupnya berdasarkan jenis pakaian yang telah dikelompokkan tadi. Dalam merendam, sebaiknya pisahkan pakaian berwarna dengan yang netral. Diamkan 15-30 menit berdasarkan derajat kekotoran pakaian.


Hindari merendam kaos, celana, baju dan pakaian yang disablon terlalu lama lebih dari satu jam di dalam larutan deterjen agar tidak rusak.

Setelah 15-30 menit, mulailah membersihkan pakaian di tempat yang biasa terdapat daki, misalnya di kerah leher, ujung lengan atau wilayah saku. Hati-hati pada saat menyikat pakaian, gunakan sikat lembut agara pakaian tidak cepat rusak. Hindari aktivitas membersihkan dengan cara 'membanting' pakaian karena hal ini hanya membuat pakaian cepat rusak, melar, sobek atau tidak berumur panjang.


Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan lebih bersih serta lebih yakin maka sebaiknya anda cuci pakaian tersebut secara manual dengan tangan. Mesin cuci yang pada saat mencuci 'diset' tidak sesuai dengan bahan pakaian atau sablon bisa membuat pakaian rusak.


Saat mencuci, perhatikan label pada pakaian yang terdapat di leher atau bagian pinggang yang berisikan petunjuk pencucian pakaian tersebut. Ada aturan tentang suhu air, zat kimia untuk mencuci, cara menyetrika, dsb. Pelajari bahan-bahan pakaian dan cara pencuciannya agar tidak salah metode saat mencuci.


Zat pemutih pakaian yang terlalu kuat dapat menyebabkan sablon mengelupas dan rusak serta membuat bahan pakaiannya menjadi lebih tipis dan kasar.


Pakaian jenis tertentu dengan bahan khusus atau mudah rusak sebaiknya cucilah di tempat cuci laundry profesional agar pakaian bisa awet.


Saat membilas, gunakan cairan pelembut dan pewangi pakaian untuk hasil pencucian yang terbaik, misalnya dengan Molto Ultra Sekali Bilas untuk hasil pakaian lebih lembut dan tahan kesegarannya hingga 14 hari.



Tips mencuci efisien dan hemat air ini dipersembahkan Molto Ultra Sekali Bilas, brand pelembut dan pewangi pakaian dari PT Unilever Indonesia Tbk. Mari tunjukkan kepedulian kita pada ketersediaan air bersih disekitar kita, mulailah dengan membilas sekali saja pada saat mencuci pakaian.

Artikel Terkait: